Kepercayaan Seorang Sahabat - Episode 12 "Pengorbanan Seorang Sahabat"
Pengorbanan
Seorang Sahabat
Hari ini kami masuk sekolah bersama –
sama karena kak Shiro sudah bisa kami tinggalkan sendirian “ SemogaAniki cepat sembuh, aku khawatir
dengannya “ kataku “ Rin apa kau tidak akan menghubungi orang tuamu ? “ tanyaKai
“ Tidak Aniki melarangku memberitahu
mama dan papa, sudah dua minggu aku tidak tau kabar mama dan papa, apa salahnya
aku menghubungi mereka “ balasku, lalu aku mengeluarkan handphone-ku
To : Mama
Mom apa kabar ? kenapa kalian tidak
pernah menelepon atau menghubungi kami ? we
miss you so much, are you miss us ? please answer my question quicly, I need
you.
Tak lama aku
menunggu mama langsung membalasnya
From : Mama
Mama juga merindukan kalian, apa
kalian bisa hidup disiplin, maaf mama dan papa sangat ingin menghubungi kalian
tapi kami selalu sibuk maafkan kami, kami akan pulang jumat depan.
Aku hanya diam mendengar balasan dari
mama “ Bagaimana apa sudah ada respond “ tanya Annie “ Umm mama dan papa akan
pulang jumat depan “ jawabku “ Syukurlah bagaimana kabar kak Shiro ? apa dia
baik – baik saja saat ini “ belum sempat aku menjawab pertanyaan Kai
handphone-ku berbunyi
From : Mr.
Kusekabe
Excausme
miss can you go to the hospital now, I need to tell you about your
brothersickness.
“ Ada apa Rinchan? “ tanyaAnnie “ Dokter ingin aku pergi ke sana “ balasku “
Kalau begitu aku akan ikut denganmu “ mintaReza “ Tidak usah kalian sekolah
saja, aku sudah membuat pelajaran kalian tertunda “ jawabku “ Kami ini
sahabatmu apapun yang terjadi salah satu dari kami harus ada di sisimu “ tambahReza.
Aku dan Reza langsung mencari taksi dan menuju rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit kami menuju
ruang konsultasi dan menanyakan kepada dokter “ Excausme my name is Takeshi Rin
and this is my friend Reza, why do you calling us ? “ tanyaku “ Oh, I will
explain about your brother condition, your brother can’t surfive, her time to
live is about 1 month, I’m sorry to hear that “ jelas dokter tersebut, aku
merasa sesak nafas mendengar perkataan sang dokter “ Rin bagaiman ini ? “ tanyaReza
aku hanya diam dan berjalan keluar.
Sepanjang perjalanan menuju rumah
sakit aku hanya dapat meneteskan air mata “ Bagaimana ini ? “ ucapku bingung “ Reza
apapun yang terjadi kami akan selalu ada di sisimu “ kata Reza.
Komentar
Posting Komentar