Keprcayaan Seorang Sahabat - Episode 2 "Hadiah Terindah"
Bunyi tanda istirahat
telah berbunyi setelah para guru meninggalkan kelas mereka masing – masing para
siswa langsung melakukan aktivitas mereka masing – masing ada yang pergi ke
kantin, ada yang hanya duduk dan mengobrol dengan teman dan masih banyak lagi.
Di kelas 2 – 3 yaitu kelas Mikasa hanya ada empat murid yang masih ada di dalam
kelas yaitu Aku, Reza,
Mitsuki, dan Kazuha, saat Aku sedang bergumam kenapa tidak ada yang ingat hari ini aku ulang tahun ya ? tanyanya
dalam hati “ Selamat Ulang Tahun Kai “ ucap Reza
sambil memberinya bungkusan “ Bagaimana kau tau padahal kau murid baru “
jawabku sambil menerima bungkusan yang Reza beri “ Terima kasih ya “ sambungku
“ Bagaimana kalau kita ke kantin aku yang traktir karena hari ini kau adalah
satu – satunya teman yang ingat hari ulang tahunku “ tanyaku pada Reza “
Baiklah “ kami berjalan menuju kantin tapi tiba – tiba aku mengingat sesuatu “ Umm
Reza bagaimana kalau
kita ke ruang Klub Sastra saja aku ingin kesana dulu untuk mengecek sesuatu “
kataku “ Umm baiklah “ kamipun berbalik arah dan menuju klub sastra.
Sesampainya disana kami
sangat kaget, bagaimana tidak kaget ruang klub sastra yang rapi dan bersih
menjadi kotor penuh sampah dan buku bacaan tergeletak dimana – mana “ Kenapa
jadi seperti ini ? “ kataku dengan perasaan yang geram “ Akan ku bantu “ jawab Reza “ Tidak usah aku bisa kok sendiri “
kataku sambil mengambil beberapa sampah “ Tidak apa – apa “ jawabnya kemudian.
“ harusnya bukan kau yang membersihkan ini sudah kewajiban para anggota klub
sastra, kemana ya mereka semua ? “.
Setelah selesai kemudian
kami duduk sambil minum minuman masing – masing tidak lama kemudian bel tanda
masuk berbunyi “ Apa sudah masuk ya ? cepat sekali “, akupun melihat Reza yang sudah berjalan masuk kelas “
Temani aku sebentar, tidak apa – apakan sesekali kita bolos “ kataku padanya “
Apa kau bilang tidak apa – apa, apa kau sudah tidak waras ini hari pertamaku
masuk sekolah “ jawabnya panjang lebar “ kau ini tidak tau ya aku ini anak dari
pemilik perusahaan mobil terkenal sekaligus pembangun sekolahan ini“ balasku
tidak mau kalah “ Lalu aku tidak akan kena sangsi kalau membolos aku itu bukan
kau, kalau tau kau seperti ini…. “ belum sempat selesai bicara perkataan Reza
terpotong oleh Kai “ Hei siapa kau ? “ tanyanya “ Dia temanku namanya Reza “
jelasku pada Akkey “ Halo salam kenal aku Reza pertukaran pelajar dari
Indonesia “ dia membuat Kai tersenyum “ Kalau aku Akihito Kairo kita sekelaskan
? “ tebak Kai sambil tersenyum.
Waktu telah menunjukan
pukul 14.00 siang bel tanda pulang sekolah berbunyi kami ( Kai,Kak Shiro,dan Annie
) akan berkumpul ke ruang klub sastra “ Hai bolehkah aku bergabung, aku ingin
bergabung dengan anggota klub sastra ? “ tanya Reza
“ Tentu saja silahkan masuk “ jawab kak Shiro singkat.
“ Oh ya teman – teman
besok pada tanggal 18 November akan ada festival lampion kalian mau datang
tidak ? “ tanyaku “ Dimana festival tersebut ? “ Tanya kak Shiro “ Umm..di kota
Kyoto “ jawabku “ APA ? “ kata mereka kaget “ Sekarang tanggal 10 November
berarti tinggal 8 hari lagi dong aku ikut “ seru Annie “ Aku juga, kalau boleh
ikut “ kata Reza
tiba – tiba “ Berarti yang tidak ikut hanya Kai “ kataku “ Padahal aku belum
menjawab “ kata Kai dengan senyuman kecut “ tentu saja aku ikut “ tambahnya.
Komentar
Posting Komentar